1. Keraton Kasepuhan Cirebon
Inilah ikon tempat wisata di kota ini, Keraton Kasepuhan Cirebon. Sebagai tempat wisata bersejarah, Keraton Kasepuhan Cirebon menyuguhkan petilasan kejayaan kesultanan Cirebon pada masanya. Di objek wisata sini, terdapat museum sehingga wisatawan bisa napak tilas sejarah berdirinya kesultanan Cirebon dan juga perkembangan penyebaran ajaran agama Islam di Kota Wali ini.
Alamat keraton kasepuhan Cirebon adalah di Jalan Kasepuhan No 43, Kampung Mandalangan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemah Wungkuk, Cirebon, Jawa Barat.
Meski telah berabad-abad usianya, namun bangunan keraton yang dikelilingi tembok bata berona merah ini masih berdiri dengan kokoh dan megah. Begitu memasuki area keraton, wisatawan akan disuguhi bangunan utama keraton berwarna putih yang di dalamnya terdapat singgasana sultan beserta ruang peristirahatannya. Tak hanya sebagai tempat wisata penuh sejarah, Keraton Kasepuhan juga merupakan cagar budaya sehingga senantiasa terawat dan terjaga kebersihannya.
Selalu saja ada pengunjung yang bertandang ke tempat wisata yang satu ini. Puncak banyaknya pengunjung biasanya terjadi setiap tanggal 1 Syawal, karena pada tanggal tersebut dilakukan ritual pemandian kereta kencana Singa Barong yang konon merupakan milik Sunan Gunung Jati.
2. Keraton Kanoman Cirebon
Tempat wisata di Cirebon yang satu ini tak kalah menariknya untuk dikunjungi. Menurut sejarahnya, keraton Kanoman Crebon dibangun karena terjadi perselisihan dalam menentukan pewaris Keraton Kasepuhan. Dalam perjalanan sejarahnya, Keraton Kanoman Cirebon kemudian difungsikan sebagai tempat kediaman wakil sultan.
Alamat keraton kanoman Cirebon adalah di Jl. Winaon, Kampung Kanoman, Kelurahan Lemah Wungkuk, Kecamatan Lemah Wungkuk.
Keraton Kanoman memiliki area yang cukup luas, yakni dibangun di atas tanah seluas 6 hektar. Di tempat wisata ini terdapat museum yang menyimpan pusaka dan benda-benda bersejarah koleksi sultan Cirebon, termasuk dua kereta kencana Paksi Naga Liman dan Jempana.
Lokasinya berada di Kampung Kanoman, tepatnya di Jalan Winaon, Kampung Kanoman, Lemah Wungkuk, Cirebon. Letaknya tak jauh dari Keraton Kasepuhan, kurang lebih hanya berjarak 600 meter. Dengan jarak tersebut tentunya bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari Keraton Kasepuhan. Asyiknya lagi, di sepanjang jalan dari Keraton Kasepuhan ke Keraton Kanoman terdapat pasar tradisional yang menjual beragam suvenir khas Cirebon. Jadi, wisatawan bisa sekaligus membeli oleh-oleh yang diinginkan.
3. Masjid Agung Sang Cipta Rasa
Keberadaan Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon menjadi salah satu tempat wisata di Cirebon yang layak dikunjungi. Lokasinya berada di dalam kompleks Keraton Kasepuhan. Nah, selain bisa berwisata sejarah, pengunjung juga bisa sekaligus berwisata religi.
Tak hanya menarik dari sisi arsitektur bangunan yang indah saja, tetapi masjid ini juga memiliki keunikan pada bangunannya. Pintu masuk di masjid agung ini sengaja didesain tidak terlalu tinggi sehingga pengunjung harus menundukkan tubuhnya untuk bisa masuk.
Alamat mesjid agung sang cipta rasa adalah di Jalan Keraton Kasepuhan No. 43, Cirebon
Keunikan lain terdapat pada sumber air di dalam masjid yang konon sama dengan sumur air zam-zam di Mekah. Bahkan, air sumur di masjid agung ini dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit apabila diminum dan digunakan untuk membasuh muka atau berwudhu.
4. Taman Sari Gua Sunyaragi
Taman Sari Gua Sunyaragi berada di Jalan By Pass Brigjen Dharsono, Kelurahan Sunyaragi, Kesambi, Cirebon. Sunyaragi berasal dari bahasa Sansekerta sunya yang berarti sunyi dan ragi yang artinya raga. Selaras dengan penamaannya, Sunyaragi dulunya digunakan bertapa keluarga raja untuk mencari ketenangan.
Alamat taman sari gua sunyaragi adalah di : Jl By Pass Brigjen Dharsono, Cirebon, Indonesia.
5. Masjid At Taqwa
Masjid Raya at-Taqwa Kota Cirebon didirikan pada tahun 1918 di suatu kampung yang bernama Kejaksan, yang terdiri dari dua bagian, yang satu untuk dipergunakan sebagai Tajug Agung (Masjid At Taqwa sekarang) dan setengah bagian yang lain dipergunakan sebagai alun-alun (Alun-alun Kejaksan sekarang). Pada tahun ini juga Jalan RA. Kartini merupakan Jalan Kereta Api menuju ke Pelabuhan Cirebon yang kemudian dipindahkan ke Jalan KS Tubun.
Nama masjid Raya At-Taqwa Cirebon, semula sebenarnya adalah Tajug Agung[rujukan?], bangunannya sudah cukup lama dan tua, ruangannya terlalu kecil dan letaknya kurang menghadap kiblat, kemudian R. M. Arhatha, kepala Koordinator Urusan Agama Cirebon mempunyai gagasan untuk merenovasi Tajug Agung itu di tempat yang lama dengan mengambil nama Masjid At-Taqwa, karena sudah ada masjid agung yang terletak di kasepuhan yang sekarang menjadi Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Seolah-olah pada waktu itu tidak dibenarkan dua nama yang sama pada dua masjid yang letaknya masih dalam satu kota, yaitu Tajug Agung dan Masjid Agung.Akhirnya pada tahun 1951 terwujudlah bangunan masjid tersebut dan diresmikan menjadi At Taqwa tahun 1963




Komentar
Posting Komentar